Analisis Domain (.my.id): Sejauh Mana Kemampuan Indexing dan Persaingannya di Google?

Domain my.id
Domain my.id dari PANDI

Domain (.my.id) yang baru dirilis belum ada 5 tahun saat artikel ini ditulis telah menjadi pilihan banyak pemilik situs web, termasuk blog, di Indonesia. Namun, berbagai pertanyaan muncul menanyakan seputar seberapa sulit proses indexingnya di Google dan mesin pencari lainnya dan sejauh mana peluangnya untuk bersaing dalam hasil pencarian. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai aspek-aspek tersebut.

1. Indexing di Google:

Meskipun domain (.my.id) tidak mengalami masalah khusus dalam proses indexing di Google, peningkatan sitemap bisa menjadi kendala. Namun, perlu diingat bahwa, menurut Google, top-level domain (TLD) tidak memengaruhi kecepatan indexing di Google Search. Fokus pada konten dan optimisasi SEO tetap menjadi faktor kunci untuk peringkat pencarian yang baik.

2. Persaingan di Pencarian Google:

Meskipun tidak ada hambatan khusus untuk domain (.my.id), kemampuannya untuk bersaing tergantung pada kualitas konten dan upaya optimisasi SEO. TLD alternatif dapat memengaruhi persepsi pengunjung terhadap situs web, tetapi penekanan tetap pada kualitas konten dan relevansi.

3. Pilihan Domain untuk Blog: (.web.id) vs. (.my.id):

Pilihan antara (.web.id) dan (.my.id) untuk blog perlu dipertimbangkan dengan cermat. Artikel ini merekomendasikan (.web.id) sebagai pilihan lebih baik untuk blog, dengan alasan sebagai berikut:

a. Kepercayaan dan Keamanan: (.web.id) lebih terpercaya karena melibatkan verifikasi KTP saat pembelian, sementara (.my.id) tidak membutuhkan syarat apa pun dan cenderung digunakan untuk spamming.

b. Spamscore yang Tinggi: (.my.id) sering digunakan untuk praktik spamming karena harga murah dan tanpa persyaratan, membuat nilai domain tersebut rendah.

c. Pengalaman Pribadi: Pengalaman penulis dengan beberapa domain menunjukkan bahwa (.web.id) lebih unggul dalam hal peringkat mesin pencari.

4. Rekomendasi dari Pengalaman Pribadi:

Meskipun berbagai domain dapat berhasil di SERP dengan konten yang dioptimalkan, artikel menyarankan (.com) sebagai pilihan utama karena pengaruh besar terhadap calon pengunjung dari hasil pencarian organik.

5. Target Pembaca dari Luar Negeri:

Pertanyaan apakah domain (.my.id) cocok untuk blog dengan target pembaca dari luar negeri dibahas dengan membedakan antara TLD dan cTLD. Disarankan untuk menggunakan TLD yang lebih umum untuk menargetkan audiens internasional. Namun, hindari domain yang tertera dalam statistik berikut, karena nilai spamscore-nya sangat tinggi.

Phishing Landscape 2020: Ranking of TLDs, by Phishing Domain Score
Ranking of TLDs, by Phishing Domain Score

Sumber data: Cybercrime Information Center


6. Branding:

a. Kohesivitas dan Kesesuaian: Pemilihan domain yang sesuai dengan merek dan konten situs web dapat meningkatkan kohesivitas dan kesesuaian. Domain yang mencerminkan nilai dan tujuan bisnis membantu membangun citra merek yang kuat.

b. Keprofesionalan dan Kepercayaan: Domain yang mudah diingat dan relevan dengan industri dapat meningkatkan kesan profesional dan kepercayaan pengguna. Pembelian domain pada registrar yang terpercaya juga dapat memberikan nilai tambah terhadap citra merek.

Kesimpulan:

Meskipun domain (.my.id) tidak memiliki masalah khusus dalam indexing Google, pemilihan domain tergantung pada tujuan, keamanan, dan target audiens. Dengan mengutamakan kualitas konten dan optimisasi SEO, baik (.my.id) maupun (.web.id) memiliki peluang untuk bersaing di dunia online.


Post a Comment

0 Comments